Pages

Testimoni mengenai perkenalan Johari Window dan Teori Kognitif yang Sesuai

Pada perkuliahan Psikologi Pendidikan tanggal 8 Maret 2011 beberapa hari yang lalu di kelas A, dosen pengampu menstimulus proses pembelajaran kami dengan bertanya 'Apa itu Johari Window ?'. Saya pribadi merasa asing mendengar istilah itu. Dan sepertinya seisi kelas juga tidak banyak yang 'ngeh' dengan istilah itu. Kemudian dosen menggambarkan sebuah konsep Johari Window. Seperti ini ..


Setelah dosen menjelaskan apa itu Johari Window, barulah saya tahu kalau ternyata Johari Window sangat berguna dalam ilmu psikologi dan penting untuk diterapkan dalam kehidupan. sehari-hari Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Model yang diciptakan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955 ini berguna untuk mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi. Nah, inilah mengapa dosen pengampu menyuruh kami membentuk suatu kelompok untuk kemudian melakukan penilaian kepribadian terhadap individu masing-masing dalam satu kelompok. Setelah melakukan penilaian dan mengevaluasi penilaian dari teman-teman satu kelompok, dapat dikatakan saya dan kedua teman yang lain dapat menerima pendeskripsian kepribadian yang diberikan , baik positif maupun negatif perilaku. Pada saat itu saya berpikir bahwa kami bertiga kemungkinan sudah cukup saling mengenal satu sama lain. 


Kami bertiga kemudian menemukan konsep teori kognitif yang menurut kami sangat sesuai dengan proses penilaian kepribadian individu yang sudah dilakukan dengan pendekatan Johari Window, yaitu teori Piaget dan teori Vygotsky

* Hasil evaluasi teori Piaget yang kami analisis, Piaget adalah tokoh besar di bidang psikologi perkembangan. Piaget memiliki konsep yang masih kuat hingga saat ini, seperti konsep asimilasi, akomodasi, kepermanenan objek, egosentrisme, konservasi, dan penalaran hipotetis-deduktif. Piaget melakukan observasi yang menunjukkan tentang cara baru untuk mengetahui bagaimana anak-anak berperilaku dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Beliau juga menunjukkaan beberapa hal penting untuk dicermati dalam perkembangan kognitif, seperti pergeseran dari pemikiran pra-operasional sampai ke pemikiran operasional konkret. Piaget mengatakan bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Piaget yakin bahwa anak-anak menyesuaikan pemikiran mereka untuk menguasai gagasan-gagasan baru, karena informasi tambahan akan menambah pemahaman mereka terhadap dunia. Menurut Piaget, perkembangan kognitif kemungkinan besar akan terjadi jika konteksnya ditata agar terjadi perkembangan bertahap menuju ke level yang lebih tinggi. Beliau berpandangan bahwa konsep tidak muncul tiba-tiba dan langsung lengkap, tetapi muncul melalui serangkaian pencapaian parsial yang melahirkan pemahaman yang komprehensif.

* Hasil evaluasi teori Vygotsky, ada 3 klaim dalam pandangan Vygotsky yaitu :
  1. Keahlian kognitif dapat dipahami apabila dianalisis dan diinterpretasikan secara developmental
  2. Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental
  3. Kemampuan kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi latar belakang sosiokultural
Inti dari ketiga klaim Vygotsky diatas adalah, bahwa (1) dengan menggunakan pendekatan developmental berarti memahami fungsi kognitif seseorang dengan memeriksa asal-usulnya dan transformasinya dari bentuk awal ke bentuk selanjutnya. (2) untuk memahami fungsi kognitif seseorang, kita harus memeriksa alat yang memperantai dan membentuknya, dengan kata lain BAHASA adalah alat yang paling penting. (3) perkembangan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas sosial dan kultural. Vygotsky percaya bahwa perkembangan memori, perhatian, dan nalar melibatkan pembelajaran untuk menggunakan alat yang ada dalam masyarakat , seperti bahasa dan strategi memori. 
Dalam ketiga klaim tersebut, muncul ide-ide unik dari Vygotsky mengenai hubungan antara pembelajaran dan perkembangan. Ide-ide tersebut antara lain, Zone of Proximal Development (ZPD), Scaffolding, Bahasa dan Pemikiran. 
Kesimpulan yang kami dapatkan tentang bagaimana perilaku seseorang saat mendapatkan dan menerima penilaian, tentu berdasarkan proses kognitif yang terjadi saat berinteraksi. Peran teori Piaget dengan menggunakan asimilasi dan akomodasi yang intinya adalah 'mengamati' lalu kemudian 'menerima dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru' memang tergambarkan dalam proses komunikasi Johari Window ini. Karena sebelum menilai seseorang, tentunya kita sudah mengamati perilaku orang tersebut dan perilaku yang sering terlihat dalam pengamatan akan menimbulkan penilaian sendiri dari orang yang mengamati, begitulah seterusnya sampai individu sudah saling mengenal satu sama lain melalui pendekatan yang cukup dalam. Dan peran teori Vygotsky juga sangat jelas disini, yaitu ketika menilai seseorang yang memiliki kepribadian berbeda dengan orang lain, maka ada proses kognitif yang muncul dalam pikiran kita bahwa setiap individu tersebut pasti memiliki faktor-faktor sosial dan kulturan yang melatarbelakangi terbentuknya kepribadian tersebut. Misalnya saja begini, teman yang kita amati dan kita beri penilaian adalah seorang yang mendapat pendidikan di lingkungan pesantren dalam waktu cukup lama. Otomatis kepribadian yang terbentuk dan dapat kita nilai adalah perilaku sopan tingkatan 'religius'nya yang dapat membedakan ia dengan teman yang lain. Hal-hal seperti itu sudah pasti dapat kita lihat dan sadari setelah mengetahui latar belakang sosio-kulturalnya. Contoh lain , seorang teman yang terkesan bossy atau memiliki maturity yang tinggi, setelah diamati ternyata adalah seorang anak sulung yang memiliki 5 orang adik, dan dalam lingkungan keluarganya dibiasakan hidup mandiri oleh kedua orangtuanya,dimana perannya sebagai seorang kakak sangat ditekankan disini untuk menjaga dan melindungi adik-adiknya. Yang artinya habitual act tersebut akan dimunculkan kembali dalam lingkungan sosial tempat dimana ia berada. Sehingga ia akan lebih mudah merasa akrab dengan temannya, hangat, dan seperti 'ibu' bagi teman-temannya. Jadi , menurut kami teori kognitif Piaget dan Vygotsky sangat berkorelasi dalam mempengaruhi proses kognitif kami dalam menilai perilaku individu seperti yang dijelaskan diatas, menggunakan konsep Johari Window. Lalu apakah proses kognitif tersebut berkorelasi dengan motivasi individu ? Jawabannya sangat berkorelasi. Menurut teori Atribusi, dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerja sendiri, orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya. Teori ini sangat sesuai menginterpretasikan motivasi individu dalam mendapatkan penilaian dari orang lain. Setelah mendapatkan penilaian, tentunya individu dapat mengoreksi diri dan berusaha mencari tahu sebab-sebab dibalik munculnya penilaian kepribadian dari orang lain. 
3 atribusi utama menurut Weiner adalah Lokus, Stabilitas, dan Daya kontrol.
  • Lokus adalah persepsi tentang kesuksesan atau kegagalan dari faktor internal atau eksternal yang mempengaruhi harga diri individu. 
  • Stabilitas adalah persepsi terhadap stabilitas dari suatu sebab yang mempengaruhi ekspektasi kesuksesannya
  • Daya kontrol adalah persepsi  tentang daya kontrol atas suatu sebab yang berhubungan dengan sejumlah hasil emosional, seperti kemarahan dan rasa malu.
Kesimpulannya, setelah melakukan interaksi dan penilaian perilaku, ketiga atribusi diatas turut mempengaruhi reaksi motivasi individu dalam menerima penilaian. Ketika individu menganggap bahwa mereka tidak bisa diterima orang lain dengan sebab-sebab yang bisa dikontrol secara internal , mereka bisa saja menjadi malu dan rendah diri (daya kontrol). Jika individu lebih menghargai dirinya ketika mendapat penilaian (lokus) lalu ia dapat menanamkan nilai positif dalam dirinya dengan sebab yang stabil , itu artinya ia dapat memperkirakan bahwa ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik , sebaliknya jika ia menanamkan nilai negatif dalam sebab yang stabil , seperti kurangnya usaha untuk mengoreksi diri, maka yang terjadi adalah ia tidak akan menjadi lebih baik dari sebelumnya (stabilitas).

0 komentar:

Poskan Komentar